200 Siswa TNI AD Positif Corona, TNI AD: Sudah Ditangani Satgas Jabar

0
16

Pelita.online –

Kabar duka kembali melanda kesatuan TNI AD, Tim Satgas Percepatan Penanganan COVID-19 Provinsi Jawa Barat baru saja mengumumkan secara resmi tentang adanya cluster baru penularan pandemi virus corona atau COVID-19 di lingkungan Sekolah Calon Perwira (Secapa) TNI AD. Tidak tanggung-tanggung, jumlah calon perwira TNI AD yang diduga positif COVID-19 mencapai 200 orang.

Kepala Dinas Penerangan Angkatan Darat (Kadispenad) Brigadir Jenderal Nefra Firdaus mengatakan, saat ini seluruh siswa Secapa TNI AD sudah berada dalam pengawasan Tim Satgas Penanganan COVID-19 Provinsi Jawa Barat.

“Saat ini sudah ditangani Satgas COVID-19 Jawa Barat,” kata Brigjen Nefra Firdaus ketika dikonfirmasi VIVA Militer, Rabu, 8 Juli 2020.

Sebagaimana diketahui, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Barat yang juga Sekertaris Tim Gugus Tugas Percepatan Penanggulangan COVID-19 Jawa Barat, Berli Hamdani pagi tadi menyampaikan, bahwa di Jawa Barat terdapat cluster penularan COVID-19 baru, yaitu di Secapa TNI AD Sukajadi, Bandung. Berli memperkirakan jumlah siswa calon perwira yang positif COVID-19 melebihi 200 orang.

“Jumlah yang terkena kemarin memang belum fix karena belum selesai. Perkiraan di atas 200 yang terpapar dan saat ini sudah mengantisipasi termasuk isolasi, tindakan disinfektan, termasuk penelusuran,” kata Berli Hamdani.

Berli menjelaskan, Tim Gugus Tugas COVID-19 Jawa Barat sebelumnya sudah melakukan pemeriksaan rapid test yang kemudian dilanjutkan tes swab terhadap seluruh siswa Secapa TNI AD Sukajadi. Bahkan, lanjut Berli, pihaknya sudah melakukan isolasi di satu area sekolah tersebut.

Dari informasi yang dihimpun VIVA Militer, para pasien sempat ditangani di dua rumah sakit. “Sempat dirujuk ke Rumah Sakit Dustira dan Rumah Sakit Gatot Subroto RSPAD jadi sesuai dengan kondisinya,” katanya.

Untuk mempersempit celah penularan, Tim Gugus Tugas melakukan tracing dengan tes massal ke seluruh pendidikan militer. “Selanjutnya masif tes terhadap hampir 20 sekolah pendidikan kemiliteran di Jawa Barat, jadi kita identifikasi,” ujarnya.

 

Sumber : viva.co.id

LEAVE A REPLY