Bappenas harap strategi pemulihan ekonomi pascacovid berjalan di 2021

0
18

Pelita.online – Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Bappenas berharap dapat menjalankan strategi pemulihan ekonomi nasional pascapandemi COVID-19 pada tahun 2021.

“Untuk kondisi pascapandemi COVID-19 yang sampai saat ini belum diketahui kapan terjadinya dan mudah-mudahan pada 2021, strategi yang kami rancang di Bappenas adalah bagaimana kita bisa menggerakkan investasi, industri dan pariwisata sebagai motor penggerak ekonomi,” ujar Plt Kasubdit Direktorat Perencanaan Makro dan Analisis Kementerian PPN/Bappenas M. Firman Hidayat dalam seminar daring di Jakarta, Jumat.

Selain itu juga Firman menambahkan bahwa melalui strategi pemulihan ini, pemerintah juga berupaya untuk bisa menjaga dan meningkatkan permintaan, karena dalam kondisi pascacovid masyarakat juga masih perlu mendapatkan bantuan dan adaptasi untuk bisa menyesuaikan kembali dengan kondisi perekonomian yang normal.

Saat ini Bappenas masih berfokus menjalankan strategi penyelamatan nasional yang terdiri dari upaya untuk melandaikan kurva pandemi melalui penguatan fasilitas kesehatan.

Kemudian pemerintah juga melalui strategi penyelamatan dari sisi perekonomian berupaya melandaikan kurva resesi.

“Untuk tahun 2020 yang harus dilakukan pemerintah adalah bagaimana kita bisa melandaikan kurva resesi dari sisi ekonominya,” kata Firman.

Dia juga menyampaikan bahwa hal tersebut dilakukan melalui upaya bagaimana kita bisa melindungi kelompok masyarakat rentan, miskin dan pengangguran serta bagaimana mencegah dunia usaha untuk tidak mengalami kebangkrutan yang lebih besar. Dengan demikian penurunan PHK juga bisa ditekan.

Selain itu melalui strategi penyelamatan ini, pemerintah pusat juga berusaha mengurangi tekanan terhadap sektor keuangan.

Dalam paparannya, Plt Kasubdit Direktorat Perencanaan Makro dan Analisis Bappenas tersebut menyampaikan bahwa pemerintah pusat telah menyalurkan biaya pemulihan ekonomi nasional sebesar Rp607,6 triliun dalam rangka melandaikan kurva resesi di masa COVID-19.

Dari total biaya Rp607,6 triliun tersebut, sebanyak Rp205,2 triliun disalurkan untuk membantu kelompok masyarakat rentan dan sebesar Rp402,4 triliun disalurkan untuk menjaga aktivitas produksi sebagai bagian dari strategi penyelamatan nasional.

 

Sumber : anantaranews.com

LEAVE A REPLY