Bendera PDIP Dibakar, Kader Akar Rumput Bergerak Lapor Polisi

0
9

Pelita.online – Pengurus dan simpatisan DPC PDIP Jakarta Timur akan mendatangi Polres Jakarta Timur siang ini. Kedatangan mereka untuk melaporkan pembakaran bendera PDIP saat aksi menolak RUU HIP di depan Gedung DPR/MPR, Rabu (24/6) kemarin.

Sekretaris DPC PDIP Jakarta Timur, Eko Witjaksono mengatakan pihaknya ingin kasus pembakaran bendera partainya diusut tuntas. Ia mengklaim 1.000 orang kader maupun simpatisan bakal mengawal pelaporan ini.

“Karena ini tidak bisa dibiarkan. Itu bagi PDI Perjuangan sangat menghina simbol kita,” kata Eko saat dihubungi CNNIndonesia.com, Kamis (25/6).

Eko menyatakan langkah pihaknya melaporkan pembakaran bendera partai berlambang banteng moncong putih itu sejalan dengan pernyataan Sekretaris Jenderal PDIP, Hasto Kristiyanto.

“Ini sebagai penguatan apa yang disampaikan oleh Pak Hasto bahwa kami semua satu komando di bawah DPP,” ujarnya.

Sebelumya, Aliansi Nasional Anti-Komunis (Anak NKRI) yang menggelar aksi menolak RUU HIP di depan Gedung MPR/DPR, Jakarta, kemarin turut membakar bendera PDIP selain bendera berlambang palu dan arit. Massa aksi menuntut pemerintah dan DPR membatalkan pembahasan RUU HIP.

Aksi tersebut diikuti sejumlah organisasi kemasyarakatan Islam, seperti Front Pembela Islam, PA 212, dan GNPF, serta organisasi Islam lainnya.

Koordinator aksi tolak RUU HIP, Edy Mulyadi mengatakan pihaknya tak pernah merencanakan pembakaran bendera PDIP. Edy mengklaim aksi pembakaran bendera PDI Perjuangan tersebut karena spontanitas dari massa yang hadir.

“Pembakaran bendera PDIP itu accident, karena saat saya di panggung juga saya bilang kita bakar bendera PKI. Saya cuma menilai sebagai spontanitas aksi massa aja. Jadi tidak dipersiapkan panitia sama sekali,” kata dia saat dihubungi CNNIndonesia.com, Kamis (25/6).

Meski demikian, Edy tak mempermasalahkan jika PDIP menempuh jalur hukum karena pembakaran bendera itu. Ia hanya menekankan aksi pembakaran bendera PDIP itu sama sekali tidak direncanakan sejak awal.

“Kalau mau ke jalur hukum terserah itu hak masing-masing, monggo silahkan. Tapi yang perlu digarisbawahi itu accident bukan by design, bukan direncanakan oleh panitia,” ujarnya.

 

Sumber : cnnindonesia.com

LEAVE A REPLY