Demo Tolak Kenaikan Iuran BPJS di Makassar, Mahasiswa dan Aparat Saling Lempar Batu

0
52

Pelita.online – Ratusan mahasiswa dari berbagai universitas tergabung dalam Front Mahasiswa Makassar menggugat berunjuk rasa di jalan Urip Sumoharjo, kantor Gubernur Sulawesi Selatan, Senin (16/9). Unjuk rasa menolak iuran BPJS naik ini semula berlangsung kondusif.

Namun unjuk rasa itu mendadak memanas hingga saling lempar batu antara petugas polisi pamong praja, polisi dan mahasiswa terjadi. Saat itu, mahasiswa yang membawa replika keranda jenazah dan bekas yang dibakar dalam aksinya dilempar batu. Akibatnya, aksi mahasiswa ini berhamburan dan melakukan aksi balasan.

Mahasiswa ini balas lemparan batu ke arah pintu gerbang kantor gubernur yang tertutup rapat. Di depan pintu gerbang ada Satpol PP dan polisi. Selanjutnya, lemparan batu mahasiswa kembali berbalas.

Para ketua lembaga mahasiswa yang tadinya berorasi jadi sibuk menenangkan rekan-rekannya agar tidak lakukan lemparan. Tapi karena diantara mereka ada yang terluka bagian kepala, aksi ini kian memanas.

Beberapa menit kemudian, aksi lempar batu mereda dan orasi kembali dilanjutkan. Sementara di sisi kanan mahasiswa ini, ratusan polisi lakukan pengawalan. Dan juga diramaikan dengan klakson kendaraan karena aksi mahasiswa ini menutup satu jalur badan jalan yang menyebabkan kemacetan.

Kemal, salah seorang pengunjuk rasa dari Universitas Islam Negeri (UIN) Makassar menyebut kepala dua rekannya terluka akibat lemparan batu. satu di antaranya dilarikan ke RS Ibnu Sina.

“Ada dua rekan kami terluka di kepala kena batu. Satu di antaranya dilarikan ke RS Ibnu Sina,” kata Kemal.

 

Sumber : Merdeka.com

LEAVE A REPLY