Hanya Dalam 4 Jam, Tempe Mendoan Bagong Ludes 400 Buah Tiap Hari

0

Pelita.online – Setiap hari Tempe Mendoan Bagong selalu laris diburu pembeli. Penjual bisa habiskan 400 lembar tempe dalam kurun waktu 4 jam saja.

Tempe merupakan salah satu makanan tradisional, terbuat dari kacang kedelai yang difermentasi. Walau tampilannya sederhana, tapi tempe punya banyak nutrisi yang baik untuk kesehatan.

Salah satu kreasi tempe yang populer dari Jawa Tengah adalah tempe mendoan. Makanan ini tergolong jajanan kampung populer. Banyak dijual di daerah Purbalingga, Banyumas, Purwokerto, Banjarnegara, hingga Cilacap.

Lembaran tempe tipis diberi balutan adonan tepung terigu, daun bawang, dan sejumlah bumbu. Bumbunya ada bawang putih, ketumbar, garam, dan sedikit penyedap.

Kemudian tempe yang sudah berbalut tepung tersebut digoreng dalam minyak panas. Tapi proses menggorengnya tidak sampai kering. Karena salah satu keunikan tempe mendoan ada pada adonan tepungnya yang masih basah dan lembek.

Salah satu penjual tempe mendoan yang enak di Jakarta ada di kawasan Palmerah, Jakarta Barat. Namanya Tempe Mendoan Bagong yang setiap hari dibanjiri pembeli bahkan mereka rela antre.

Berikut beberapa fakta menarik soal Tempe Mendoan Bagong:

1. Sudah Berjualan Selama 5 Tahun

Tempe Mendoan Bagong yang Laris ManisTempe Mendoan Bagong yang Laris Manis Foto: dok. detikFood / Yenny Mustika Sari

Walau teksturnya basah dan lembek, tempe mendoan banyak digemari. Salah satu penjualnya adalah Tempe Mendoan Bagong yang setiap harinya selalu diburu pelanggan. Bahkan banyak dari mereka rela antre demimenikmati tempe mendoan khas Purbalingga ini.

Pemiliknya merupakan pasangan suami istri Eko dan Ade. Keduanya asli dari Purbalingga, Jawa Tengah. Mengandalkan jajanan khas daerahnya, mereka mengadu nasib di Jakarta dengan berjualan tempe mendoan.

Sampai saat ini, Tempe Mendoan Bagong sudah berjualan selama kurang lebih 5 tahun. Lokasinya ada di depan Alfamart Jalan Palmerah Barat IX No.66, RW.10, Palmerah, Jakarta Barat. Mereka hanya berjualan menggunakan gerobak di piinggir jalan.

“Kalau ini sih saya sudah 5 tahun, awalnya sih nggak di sini. Dulunya di daerah Gang Salam, Rawa Belong.” beber Ade, penjual Tempe Mendoan Bagong.

2. Pernah Berseteru dengan McD

Tempe Mendoan Bagong yang Laris ManisTempe Mendoan Bagong yang Laris Manis Foto: dok. detikFood / Yenny Mustika Sari

Selama berjualan 5 tahun, Tempe Mendoan Bagong ini juga tak selalu mulus perjalanannya. Mereka sempat berseteru dengan pihak McDonald’s (McD) karena logo yang digunakan untuk tempe mendoannya tersebut.

Ade sang penjual Tempe Mendoan Bagong menceritakan kronologisnya. Jadi, dulunya mereka berjualan tempe mendoan di sebuah gerai kecil yang lokasinya di kawasan Rawa Belong. Saat itu mereka menggunakan logo mirip McD untuk nama tempe mendoan mereka.

Logo ‘M’ yang ada di McD mereka gunakan untuk kata ‘Mendoan’. Karena logo itulah, tempe mendoan mereka sempat jadi perbincangan banyak orang. Hal ini kemudian membuat pihak McD menuntut mereka untuk mengganti nama, karena sudah ada hak patennya. Akhirnya mereka mengganti nama menjadi ‘Tempe Mendoan Bagong’ hingga saat ini.

3. Tempe Mendoan Bagong Pakai Bahan Berkualitas

Tempe Mendoan Bagong yang Laris ManisTempe Mendoan Bagong yang Laris Manis Foto: dok. detikFood / Yenny Mustika Sari

Umumnya penjual makanan apalagi gorengan menggunakan bahan yang murah asalkan untung yang didapatkan besar. Tapi tidak dengan penjual Tempe Mendoan Bagong. Mereka tetap mempertahankan kualitas dengan bahan-bahan yang berkualitas.

Tempe yang mereka gunakan adalah jenis tempe lembaran. Jadi bukan tempe potongan yang diiris. Ade menjelaskan kalau tempe lembaran ini rasanya jauh lebih enak.

Mereka juga selalu menggunakan tempe yang segar dan baru panen. Jadi warnanya masih bersih dan rasanya tak asam. Setiap harinya mereka mengambil dari pemasok sebanyak 400 lembar.

Selain tempe yang berkualitas, penggunaan tepung terigu dan minyak goreng juga mereka perhatikan. Tepung terigu yang mereka gunakan dari merek ternama bukan tepung terigu curah. Begitu juga dengan minyak, mereka menggunakan kemasan dari merek ternama.

4. Racikan Saus Pedas Nikmat Jadi Andalan

Tempe Mendoan Bagong yang Laris ManisTempe Mendoan Bagong yang Laris Manis Foto: dok. detikFood / Yenny Mustika Sari

Tempe mendoan paling enak dinikmati bersama saus kecap. Biasanya kecap manis hanya ditambahkan potongan cabai rawit lalu dijadikan cocolan tempe mendoan.

Tapi racikan saus tempe mendoan di sini agak berbeda. Mereka meraciknya dengan kecap manis, bawang putih, dan cabai rawit merah yang dihaluskan. Rasa pedasnya sangat nampol dalam satu kali suapan.

Ade mengaku bisa menghabiskan 3-4 kilogram cabai rawit merah dalam sekali bikin untuk meracik saus cocolan tempe mendoan. Selain saus cocolan, ada juga cabai rawit hijau yang disajikan.

5. Omzetnya Mencapai Rp 1,2 Juta Per Hari

Tempe Mendoan Bagong yang Laris ManisTempe Mendoan Bagong yang Laris Manis Foto: dok. detikFood / Yenny Mustika Sari

Tempe Mendoan Bagong buka sore hari pada pukul 16.00 WIB. Saat masih menyiapkan gerobak untuk jualannya saja sudah diantre beberapa pembeli. Ada yang pesan 5 buah, bahkan 25 buah dalam sekali beli.

Ade dan Eko mengaku bersyukur karena tempe mendoannya banyak disukai pelanggan. Setiap harinya mereka membawa 400 buah tempe dan habis dalam waktu 4 jam saja.

“Sebelum pandemi itu bisa habis 500 lembar, karena sekarang lagi pandemi berkurang jadi 400 lembaran. Alhamdulillah habis setiap harinya.” kata Ade.

Tempe mendoan ini dibanderol harga Rp 3.000 per buahnya. Jadi, kalau dalam sehari bisa menghabiskan 400 lembar tempe berarti Ade dan Eko mampu mengantongi omzet mencapai Rp 1,2 juta.

Tempe mendoan ini juga tak hanya diserbu warga sekitar Palmerah. Tapi juga dari kawasan Jakarta Utara, Jakarta Selatan, bahkan Tangerang.

 

Sumber : Detik.com

LEAVE A REPLY