Hingga Juli, Program Bedah Rumah Kempupera Capai Rp 2,46 T

0
19

Pelita.online – Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Kempupera) sampai semester pertama 2020, telah mengeluarkan anggaran Rp 2,46 triliun untuk bantuan program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) atau dikenal bedah rumah.

Anggaran program yang memberikan kesempatan kerja bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) yang terdampak pandemi Covid-19 sekaligus meningkatkan kualitas rumah ini sudah 52,5 persen dari target anggaran Rp 4,69 triliun. “Sampai 23 Juli 2020, realisasi BSPS sudah 52,5 persen senilai Rp 2,46 triliun dengan jumlah tenaga kerja yang terserap sebanyak 101.771 orang,” ungkap Menpupera Basuki Hadimuljono, dalam siaran pers, Senin (27/7/2020).

Program ini dilaksanakan untuk peningkatan kualitas rumah di 449 kabupaten/kota dan membangun rumah baru di 151 kabupaten/kota dengan alokasi Rp 4,69 triliun.

Basuki Hadimuljono menegaskan, program BSPS ini dilakukan dengan metode Padat Karya Tunai (PKT). Tujuannya untuk mempertahankan daya beli masyarakat dan mengurangi angka pengangguran. “Ini merupakan bentuk perhatian pemerintah kepada masyarakat berpenghasilan rendah untuk menghuni rumah layak sekaligus membuka lapangan pekerjaan sebagai tukang untuk rehabilitasi rumah. Saya harap program ini dapat meningkatkan kualitas hidup para penerima bantuan,” kata Menteri Basuki.

Salah satu kabupaten yang masuk dalam program BSPS tahun 2020 dan telah disalurkan bantuan adalah Kabupaten Bandung, Jawa Barat dengan anggaran Rp 23,62 miliar untuk 1.350 rumah tidak layak huni (RTLH) yang tersebar di 23 kecamatan. Diharapkan bantuan sebesar Rp 17,5 juta per unit rumah tersebut, membuat masyarakat lebih bersemangat membangun hunian layak huni.

Direktur Rumah Swadaya Direktorat Jenderal Perumahan Kempupera KM Arsyad mengatakan, penyaluran BSPS di Kabupaten Bandung merupakan bagian tahap I bedah rumah di Jawa Barat dengan alokasi Rp 243,28 miliar. Anggaran tersebut untuk bedah rumah sebanyak 13.902 unit tersebar di 17 kabupaten/kota di Jawa Barat.

Dalam kegiatan tersebut juga dilaksanakan penyerahan upah kerja program BSPS kepada para tukang bangunan yang terlibat. Bentuk bantuan yang diberikan tidak berupa uang tunai melainkan bahan bangunan yang digunakan untuk membangun. Adapun perincian biaya yang dikeluarkan untuk peningkatan kualitas adalah Rp 15 juta untuk material bahan bangunan dan Rp 2,5 juta untuk upah tukang, sehingga total biaya untuk peningkatan kualitas rumah swadaya (PKRS) satu unit hunian sebesar Rp 17,5 juta.

Bupati Bandung Dadang M Naser mengungkapkan Pemkab Bandung juga memiliki visi pembangunan untuk masyarakat yakni meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) sekaligus menurunkan angka kemiskinan melalui pembangunan rumah.

 

Sumber : beritasatu.com

LEAVE A REPLY