IMDI Makassar Membahas Peran dan Strategi KPU dan Bawaslu dalam Menyukseskan Pilkada

0

Pelita.online, Makassar  IMDI (Insan Muda Demokrat Indonesia) Makassar menyelenggarakan dialog publik yang di selenggarakan di Roemah Kopi Jl. Topaz Raya, Kota Makassar siang tadi. (15/10/20).

Dialog publik tersebut mengangkat tema Peran dan Strategi KPU dan Bawaslu dalam menyukseskan pilkada 2020 di Sulawesi Selatan dengan penerapan protokoler kesehatan covid-19.

Adapun Narasumber dialog tersebut yakni Ismail Masse dari KPU, Syaiful Jihad dari Bawaslu dan Dr. Surahman Batara dari Akademisi kesehatan.

Ismail Masse selaku keterwakilan bawaslu menjelaskan tantangan pilkada saat ini memang tidak sederhana karna di laksanakan di pandemi Covid-19.

“Tantangan pilkada kita di tengah pandemi ini memang tidak sederhana kita menginginkan pilkada yang demokratif yang bukan hanya berkualitas tetapi kita juga tidak menginginkan pilkada ini menjadi ruang penyebaran Covid-19”.

“Selain itu ada beberapa tantangan lainnya seperti politik uang, Netralitas asn dan penyelenggara, penggunaan gadget menyebarkan ujaran kebencian, politisisasi sahra, fitna dan menghasut dan terakhir yaitu bagaimana kita mempraktekkan protokoler kesehatan.” Ucap ismail Masse.

Di kesempatan yang sama Syaiful Jihad yang meruapakan keterwakilan dari KPU menyampaikan KPU sebagai penyelenggara pilkada akan menerapkan protokol kesehatan.

“KPU sebagai penyelenggara pilkada tentunya akan menerapkan protokol kesehatan semua penyelenggara akan di rapid tes terutama anggota kpps yang yang merupakan garda terdepan dalam menyukseskan pilkada dan hal-hal teknis semua akan mengikuti protokoler kesehatan”. Ucap Syaiful Jihad.

Sementara dari Akademisi kesehatan Masyarakat, Dr. Andi Surahman Batara menjelaskan bahwa KPU harus memastikan ruangan dan teknis pelaksanaan pemungutan suara betul-betul safety dari hal-hal yang dapat melanggar protokoler kesehatan.

“Dalam upaya meminimalisir resiko terjadinya culster baru penyebaran Covid 19 dalam pelaksanaan pemungutan suara, KPU harus memastikan ruangan dan teknis pelaksanaan pemungutan suara betul-betul safety dari hal-hal yang dapat melanggar protokoler kesehatan, kalau perlu terlebih dahulu KPU di masing-masing TPS melakukan simulasi sebelum hari pemungutan suara di laksanakan” ucap Akademisi kesehatan Dr. Surahman Batara.