Mendikbud: Peran Orang Tua Penting Terapkan Pola Hidup Bersih dan Sehat

0

Pelita.online – Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud), Nadiem Anwar Makarim mengatakan orang tua memiliki peran sangat penting dalam proses pendidikan anak, termasuk dalam penerapan pola hidup bersih, dan sehat.

“Hikmah di masa pandemi ini, kita diajarkan mengenalkan paradigma baru pendidikan yang lebih kolaboratif , kreatif, dan inovatif,” ujar Nadiem ketika membuka webinar Gerakan Nusantara (Gernus) bertema ‘Menjadi Orang Tua Tangguh di Era Adaptasi Kebiasaan Baru”, Sabtu (26/9/2020).

Kegiatan yang diinisiasi Frisian Flag Indonesia (FFI) ini diikuti lebih dari 700 guru dan orang tua dari sekolah-sekolah dasar di wilayah DKI Jakarta.

Mendikbud mengatakan orang tua adalah sentral di dalam pendidikan anak. “Inilah saatnya semua komponen pendidikan, baik itu orang tua, guru dan siswa berkolaborasi mencoba hal baru, banyak tanya, banyak coba, dan banyak karya,” kata Nadiem.

Direktur Pemberdayaan Masyarakat dan Pelaku Usaha BPOM Dewi Prawitasari mengatakan kesadaran untuk menjaga kesehatan adalah sebuah perilaku yang harus ditanamkan kepada anak-anak sejak pendidikan dini.

Saat di sekolah, bapak dan ibu guru adalah role model, dan saat anak-anak pulang, maka orang tua yang menjadi role model ini.

“Pengetahuan dan perilaku yang sadar pangan aman akan membentuk generasi yang sehat dan siap membawa Indonesia menjadi bangsa yang maju dan bermartabat,” ujarnya.

Pakar gizi Kesehatan Masyarakat dan Guru Besar FKM UI Sandra Fikawati menekankan pentingnya sikap dan semangat untuk meningkatkan dan mempraktikkan pengetahuan dalam hal literasi gizi,

Di tengah pandemi dan krisis kesehatan saat ini, tidak hanya melanda Indonesia, tapi di seluruh dunia. “Untuk itu kita harus benar-benar menyiapkan literasi gizi anak-anak, dimulai dari sekolah dasar,” ujar Sandra.

Dengan kebiasaan baru dan diberlakukan program belajar dari rumah (BDR), literasi gizi tidak hanya menjadi tanggung jawab guru dan siswa, tapi juga membutuhkan peran aktif orang tua.

Semangat Gernus untuk melibatkan komunitas sekolah terdiri dari guru-siswa-orang tua adalah sangat positif dan membantu meningkatkan perubahan perilaku terhadap kesadaran gizi, dan pola konsumsi pangan sehat dan gaya hidup aktif, baik di sekolah maupun di rumah.

Menurutnya pedoman gizi seimbang dan ‘Isi Piringku’ yang diajarkan di sekolah mencakup pemahaman dasar tentang gizi seimbang, termasuk pentingnya konsumsi minimal segelas susu setiap hari untuk memenuhi kebutuhan gizi bagi perkembangan otak, dan fisik yang optimal bagi anak-anak usia prasekolah dan sekolah.

“Protein hewani dan zat gizi lainnya yang dikandung susu sangat penting untuk membantu menjaga imunitas tubuh keluarga selama masa pandemi,” kata Sandra

Pakar edukasi digital Eko Indrajit meminta guru dan orang tua memanfaatkan teknologi secara bijaksana. Peran teknologi informasi dan pemanfaatan media digital dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan kualitas pendidikan dan menjawab tantangan geografis Indonesia.

Media digital dapat membantu guru yang tinggal di daerah terpencil untuk memperluas wawasan pengetahuannya.

Menurut Eko, pelaksanaan BDR harus dilakukan secara baik dan menyenangkan. Oleh sebab itu baik guru maupun orang tua harus memahami dan menguasai tips-tips praktis penggunaan teknologi digital sebagai alat ajar di rumah yang efisien, efektif dan kreatif.

Dengan teknologi digital, guru dan orang tua di seluruh pelosok Indonesia mempunyai kesempatan yang sama untuk mendapat informasi dan pengetahuan seperti halnya mereka yang tinggal di kota.

“Teknologi digital memberikan kesempatan kepada seluruh bangsa Indonesia untuk maju dan kita harus mampu mengoptimalkan kemajuan teknologi ini untuk pendidikan Indonesia, termasuk pendidikan literasi gizi,” ujarnya.

Di sela-sela pelaksanaan webinar, Corporate Affairs Director PT FFI, Andrew F Saputro mengatakan penyelenggaraan Gernus tahun ini memasuki tahun kedelapan dan pelaksanaannya dilakukan secara daring.

Webinar ini menghadirkan pembicara-pembicara ahli yang membahas pendidikan gizi serta pembelajaran daring yang kondusif sebagai bagian dari program BDR yang dicanangkan Kemdikbud.

”Sejak diluncurkan tahun 2013, Gernus terus memaksimalkan kontribusinya untuk meningkatkan kualitas pendidikan khususnya dalam hal literasi gizi kepada siswa-siswa sekolah dasar. Ini menjadi komitmen perusahaan untuk berkontribusi nyata bagi pendidikan gizi di Indonesia,” kata Andrew dalam keterangan tertulis, Minggu (27/9/2020).

Ditambahkan Gernus adalah salah satu realisasi komitmen FFI untuk membangun keluarga kuat Indonesia melalui produk-produk bernutrisi berbasis susu.

“Frisian Flag Indonesia akan terus melakukan sosialisasi pendidikan gizi. Gernus adalah salah satu kendaraan kami, dan tahun ini kami sangat senang dapat terlibat program BDR dari Kemdikbud dan mendukung program ‘keamanan pangan’ dari BPOM,” ujarnya.

Dengan kerja sama yang baik, kami optimistis melihat masa depan bangsa Indonesia. “Ayo minum susu setiap hari, dan mari kita terapkan pola konsumsi pangan sehat dan gaya hidup aktif, di rumah, di sekolah, dan di tengah masyarakat,” ajaknya.

Andrew juga mengajak masyarakat lebih sadar untuk mengonsumsi susu secara rutin sebagai bagian dari upaya untuk membantu meningkatkan status gizi dan kesehatan masyarakat Indonesia dan menyebarkan semangat ini di media sosial melalui tagar #selaluminumsusu.

Sumber:BeritaSatu.com

LEAVE A REPLY