Menteri Rini Sebut Total Laba BUMN 2018 Lebih dari Rp200 T

0
42
Menteri BUMN Rini Soemarno mengaku bangga keuntungan total BUMN meningkat lebih dari Rp200 triliun, dibandingkan saat pertama menjabat hanya Rp150 triliun. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono)

Pelita.online — Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Rini Soemarno mengklaim keuntungan seluruh perusahaan pelat merah mencapai lebih dari Rp200 triliun sepanjang 2018. Angka itu disebut Rini melesat dibandingkan laba BUMN empat tahun lalu yang tak menyentuh Rp150 triliun.

“Saat pertama saya ditunjuk sebagai Menteri BUMN, keuntungan BUMN Rp143 triliun, sekarang 2018 untungnya di atas Rp200 triliun. Jadi, terima kasih semua,” ungkap Rini di Sidoarjo, Jawa Timur, Minggu (7/4) seperti dikutip dari Antara.

Tanpa kerja keras, kata Rini, mustahil bagi 143 BUMN membukukan keuntungan yang tinggi. Realisasi itu juga terjadi berkat sinergi antar perusahaan pada 2018 lalu. Ia menilai sinergi itu telah berhasil memperbaiki sejumlah kinerja BUMN yang sebelumnya terbilang kurang bagus.

“Kami semua keluarga besar BUMN, karena itu harus selalu bersatu dan selalu saling menjaga,” ujar Rini.

Berkaca dengan kinerja tersebut, Rini pun berharap total keuntungan BUMN ke depannya dapat menembus lebih dari Rp500 triliun.

Bila menengok beberapa kinerja keuangan perusahaan pelat merah yang tercatat di Bursa Efek Indonesia (BEI) di sektor konstruksi, empat BUMN karya memang membukukan kenaikan laba dan pendapatan. Namun, laba mayoritas perusahaan justru melambat.

Salah satunya, PT Waskita Karya (Persero) Tbk (WSKT) yang laba perusahaan tahun lalu tumbuh 2,06 persen. Laba PT Waskita tercatat melonjak jadi Rp3,96 triliun dari Rp3,88 triliun. Padahal, keuntungan yang diraup perusahaan pada 2017 lalu melejit 126,9 persen.

Perlambatan juga terjadi pada PT Pembangunan Perumahan (Persero) Tbk (PTPP) dan PT Adhi Karya (Persero) Tbk (ADHI).

Laba bersih PTPP pada 2018 hanya naik 3,44 persen, sedangkan 2017 lalu sampai 50,87 persen. Sementara Adhi Karya, labanya dua tahun lalu melonjak 64,43 persen, tapi 2018 kemarin hanya 24,97 persen.

Hal yang sama terjadi pada PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. Emiten berkode BBNI itu meraup laba bersih sebesar Rp15,02 triliun atau naik 10,3 persen dibandingkan raihan akhir 2017 yang senilai Rp13,62 triliun. Namun, persentase pertumbuhan laba menurun dari periode sebelumnya yang mencapai 20,1 persen.

Nasib yang sama juga dirasakan PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI). Pada 2017 lalu laba bersih perusahaan tumbuh hingga 49,5 persen menjadi Rp20,6 triliun. Sementara pada 2018, Bank Mandiri hanya mengantongi laba bersih Rp25 triliun, atau tumbuh melambat sebesar 21,2 persen.(aud/kid)

 

Sumber: cnnindonesia

 

 

LEAVE A REPLY