MPR Ajak Semua Kelompok Saling Menghormati

0
11

Pelita.online – Ketua Badan Anggaran MPR RI Idris Laena mengatakan semua kelompok dan suku-suku yanga ada di Indonesia harus saling menghormati satu dengan yang lainnya. Tidak boleh ada satu kelompok pun yang merasa menang sendiri. Semua harus mau berkorban demi kepentingan bersama, yakni Indonesia.

Pernyataan tersebut di sampaikannya di hadapan para civitas akademika SMAN 15 Jakarta Utara dalam kegiatan Sosialisasi Empat Pilar MPR RI yang merupakan hasil kerja sama MPR dengan Bina Prestasi Nusantara.

Menurut Idris, salah satu contoh sikap toleransi dan pengorbanan yang patut ditiru oleh generasi muda, yakni pada saat umat Islam Indonesia rela menghapus tujuh kata dalam Piagam Jakarta sehingga menjadikan Pancasila seperti yang dikenal sekarang.

Saat itu, lanjutnya, para ulama lebih mengutamakan persatuan dan kesatuan Indonesia, dibanding ego keagamaan, dan dengan sukarela serta keikhlasan yang tinggi mereka memilih negara Kesatuan Republik Indonesia dibanding negara Islam.

“Sikap-sikap seperti ini harus senantiasa di ke depankan. Mengutamakan kepentingan bangsa dan negara, di atas kepentingan kelompok dan golongan. Inilah yang akan membuat NKRI terus bersatu,” ujarnya dalam keterangan tertulis, Senin (19/8/2019).

Idris menilai, negara yang kuat bukan ditentukan oleh militernya. Sejarah telah membuktikan Uni Soviet yang ditakuti Amerika kini lenyap dari peta dunia. Tetapi, kuat lemahnya suatu negara ditentukan oleh rasa nasionalisme seluruh warganya.

“Jika nasionalisme masyarakat tinggi, apapun hambatan yang dihadapi, mereka akan bersatu padu menghadapi hambatan yang menghadang. Tanpa harus menunggu militernya turun tangan,” tuturnya.

Sementara itu, di hadapan para siswa, guru dan alumni, Idris juga menyampaikan kekagumannya terhadap kekayaan Indonesia. Menurut dia, Indonesia adalah negara yang besar terdiri dari 17.000 pulau, 1370 suku, serta 800 bahasa. Kekayaan itu bukan hanya membanggakan, tetapi juga dapat berpotensi menyebabkan perpecahan.

“(Maka dari itu) kita harus syukuri hidup di Indonesia. Kita memang belum terlalu maju, tetapi kita hidup dengan aman dan damai. Kita bisa melakukan aktifitas, tanpa harus merasa takut dan mencekam,” jelasnya.

 

Sumber : Detik.com

LEAVE A REPLY