Perempuan Bosnia Tolak Hadiah Nobel Sastrawan Peter Handke

0
11

Pelita.online

Sejumlah perempuan yang berasal dari Srebrenica, Bosnia Herzegovina, berunjuk rasa di Ibu Kota Sarajevo untuk menentang keputusan komite penghargaan Nobel yang memberikan anugerah sastra kepada sastrawan Austria, Peter Handke (76). Penyebabnya adalah Handke dianggap mendukung kekejaman pasukan Serbia dan penjahat perang, mendiang Slobodan Milosevich, dalam konflik di bekas wilayah Yugoslavia pada 1990-an.

Seperti dilansir AFP, Rabu (6/11), unjuk rasa itu digelar di depan kedutaan besar Swedia di Sarajevo. Saat itu Putri Mahkota Victoria dan suaminya, Pangeran Daniel, sedang melakukan lawatan.
Para perempuan itu berencana menggelar aksi protes setiap pekan sampai upacara penyerahan hadiah Nobel pada 10 Desember mendatang.

Para pengunjuk rasa menyerahkan surat kepada duta besar Swedia meminta mereka untuk tidak menyerahkan hadiah Nobel kepada Handke. Alasannya adalah hal itu bisa mempermalukan bangsa Swedia dan peradaban.

“Kami tidak setuju dengan menganugerahi seseorang yang mendukung kejahatan dan pembantaian massal,” kata pemimpin asosiasi orang tua korban pembantaian Srebrenica, Munira Subasic.
Di dalam surat itu para pengunjuk rasa menyatakan memberikan hadiah Nobel kepada Handke sama saja mempermalukan bangsa Bosnia.

Para demonstran juga membawa poster yang berisi foto Handke yang mengunjungi lokasi pembantaian di Srebrenica, setahun setelah kejadian. Di dalam foto itu dia terlihat berdiri di depan papan petunjuk kota.

Pada Juli 1995, pasukan Bosnia Serbia membantai sekitar 8000 pemuda dan lelaki Muslim Bosnia di Srebrenica.

Pada 1997, Handke disebut sengaja merekayasa fakta 1untuk tidak menonjolkan kekejaman pasukan Serbia dalam buku A Journey to the Rivers: Justice for Serbia.

Handke juga dikritik saat memberikan pidato dalam upacara penguburan Milosevich pada 2006. Saat itu Milosevich meninggal saat tengah menunggu persidangan atas dugaan kejahatan genosida, kejahatan perang, dan kejahatan terhadap kemanusiaan.

 

Sumber : cnnindonesia.com

LEAVE A REPLY