Putri Keraton Ini Ingin Dampingi Gibran di Pilkada Solo

0
19

Pelita.online – Seorang putri berdarah biru dari Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat ingin mendampingi Gibran Rakabuming Raka di Pilkada 2020.

Sosok putri itu adalah cucu Raja Pakubuwono (PB) XII, BRA Putri Woelan Sari Dewi. Dia mendaftar sebagai bakal calon orang nomor dua di Kota Bengawan langsung ke DPP PDIP.

Demi mewujudkan keinginannya menjadi cawawali Pilkada Solo mendampingi Gibran, Putri juga sudah berkeliling bersilaturahmi dengan warga.

Para sukarelawan pendukungnya yang menyebut diri Relawan Jeng Putri (RJP) pun sudah memasang spanduk bergambar Putri dengan tulisan bakal calon wali Kota Solo. Di bagian spanduk bertuliskan Wayahe Putri Solo Mbangun Solo.

Yang terbaru, beberapa hari terakhir Putri bertemu dengan sejumlah tokoh nasional di Jakarta mendampingi ayahandanya, KGPHPA Tedjowulan. Informasi itu disampaikan Koordinator Relawan JP, Bambang Ary, kepada Solopos.com, Jumat (3/7/2020).

“Yang jelas saya belum bisa banyak bicara. Tidak hanya di Jakarta, kami juga sudah bertemu teman-teman di Jateng dan Solo. Goal-nya ke Pilkada Solo. Sebagaimana yang tercantum di baliho kami, Jeng Putri siap untuk AD 2 Solo,” ujar dia.

Bambang mengatakan Putri masih konsisten di jalur rekomendasi cawawali Solo dari PDIP di Pilkada 2020 ini. Tapi Putri tidak mau mendahului keputusan partai. “Kami lebih banyak diam supaya suasana di Solo tetap kondusif, tidak memanas,” imbuh dia.

Bambang menjelaskan Putri ingin berkompetisi secara sehat dengan tetap menjaga iklim sejuk Kota Bengawan mendekati pilkada.

“Itu yang kami kedepankan. Nanti begitu JP masuk Solo kami akan sowan tokoh-tokoh di Solo,” kata dia.

Sedangkan Putri Woelan Sari Dewi mengaku bertemu dengan sejumlah tokoh partai politik (parpol) di Jakarta.

“Saya sowan tokoh nasional dan pejabat yang dulu pernah mengusung Pak Jokowi di Pilpres periode kedua,” tutur dia.

Tokoh yang ditemui Putri di antaranya Luhut Binsar Pandjaitan. Seusai bersafari di Jakarta, dia ingin bertemu Gibran. Dia ingin berbincang banyak hal ihwal Pilkada Solo dan sosok seperti apa yang diinginkan Gibran sebagai cawawali pendampingnya di Pilkada Solo.

“Saya ingin berkomunikasi dengan Mas Gibran. Paling gak saya dapat gambaran Mas Gibran inginnya bagaimana. Bisa menjadi penyeimbang, penyempurna, pelengkap. Dengan hadirnya saya semoga bisa semakin sempurna,” tutur dia.

Selain Putri, pendiri Yayasan Diwa Center, Diah Warih Anjari, juga mengungkapkannya keinginannya menjadi cawawali pendamping Gibran di Pilkada Solo.

Dia pun terus berupaya mengakrabkan diri dengan masyarakat Solo lewat kegiatan blusukan ke berbagai kalangan masyarakat.

 

Sumber : liputan6.com

LEAVE A REPLY