Demonstran Tewas Akibat Kerusuhan Irak Bertambah Jadi 27 Orang

0
23

Pelita.online – Sebanyak 27 demonstran antipemerintah tewas ditembak mati oleh pasukan keamanan Irak dalam sehari. Kerusuhan di Ibu kota dan wilayah selatan Irak terus meningkat setelah pembakaran gedung konsulat Iran.

Dilansir AP, Kamis (28/11/2019), pasukan keamanan Irak menembakkan peluru langsung kepada demonstran di Jembatan Ahrar yang strategis di Baghdad. Pejabat keamanan dan petugas medis mengatakan ada 4 demonstran tewas dan 22 lainnya luka-luka.

Kerusuhan yang terjadi seluruh Irak selatan berlanjut hingga malam. Pasukan keamanan membunuh 23 demonstran dan melukai 165 sejak Rabu malam. Para demonstran itu menutup jalan-jalan dan pasukan polisi dan militer dikerahkan di provinsi-provinsi yang kaya minyak.

Demonstran yang berada di Baghdad berusaha untuk menyeberangi Jembatan Ahrar yang mengarah ke dekat Zona Hijau yang sangat dijaga ketat, pusat pemerintahan Irak. Para demonstran menduduki bagian dari tiga jembatan yakni Jumhuriya, Sinak dan Ahrar. Jembatan itu semuanya mengarah ke daerah benteng. Para pejabat berbicara dengan syarat anonimitas sesuai dengan peraturan.

Demonstran membakar konsulat Iran di kota suci Najaf Rabu malam. Sejak protes antipemerintah pecah dua bulan lalu, penyerangan tersebut salah satu yang terburuk menargetkan kepentingan Iran di negara itu. Staf Iran bisa melarikan diri keluar dari pintu belakang sehingga tidak terluka.

Sebelumnya, menurut penghitungan AFP, korban tewas dalam kerusuhan jalanan sejak awal Oktober lalu, sejauh ini telah berjumlah lebih dari 360 orang dan lebih dari 15 ribu orang luka-luka. Otoritas Irak tidak merilis angka terbaru mengenai jumlah korban.

 

Sumber : cnnindonesia.com

LEAVE A REPLY