Ribuan Monyet Menggila Serbu Kota di Thailand, Bak Planet of the Apes

0
13

Pelita.online – Polisi di Thailand mengaku kewalahan mengendalikan monyet-monyet gila yang telah menguasai jalanan kota. Populasi primata berjenis Makaka ini telah tumbuh dalam skala besar. Bahkan monyet jenis ini bisa bak menggila memakan bagian tubuh mereka sendiri sampai mati.

Petugas polisi Nirad Pholngeun mengatakan mereka telah mencoba membubarkan sekelompok besar primata itu, namun tak berhasil. Petugas mencoba menggunakan katapel untuk menakuti sekelompok besar monyet itu, tapi mereka langsung kembali dalam hitungan menit.

“Dalam sekejap mata, ada lebih banyak monyet yang datang. Bahkan ada begitu banyak yang berukuran kecil,” kata Pholngeun dilansir The Sun, Selasa, 28 Juli 2020.

Warga setempat dari hotspot wisata Lopburi bahkan takut keluar rumah mereka karena serangan ratusan monyet tersebut. Diketahui, sekelompok kera itu menempati sebuah bioskop tak terpakai di sebuah kota di Thailand. Setiap orang yang mencoba masuk akan diserang.

Bulan lalu, populasi monyet sudah disterilkan oleh otoritas Thailand dalam upaya untuk mengendalikan mereka. Namun primata itu terus mengamuk di kota, karena kurangnya wisatawan sehingga menyebabkan mereka kekurangan makanan.

Sebelum pandemi COVID-19, manusia dan primata hidup secara damai di mana populasi monyet diyakini sebanyak 6.000 ekor. Warga biasanya memberikan junk food untuk menenangkan monyet-monyet itu, namun situasinya justru semakin memburuk.

Sementara itu, warga bernama Kuljira Taechawattanawanna mengatakan bahwa warga setempat tak lagi merasa aman akibat adanya serbuan masif monyet-monyet tersebut. Dia menggambarkan kondisi tak aman dan penggambaran itu bak kondisi di film “Planet of the Apes”, khususnya di sekuel “Rise of the Planet of the Apes”, yang mana ada masanya kera-kera justru menjadi dominan dan mengancam manusia.

“Kami jadi seperti tinggal di kandang dan monyet-monyet itu bebas berkeliaran di luar,” kata Kuljira Taechawattanawanna.

 

Sumber : viva.co.id

LEAVE A REPLY