Bandara Toraja akan Dukung Sektor Pariwisata

0
51
Pengunjung menyaksikan matahari terbit dan kumparan awan dari puncak kampung Lolai, Toraja Utara, Sulawesi Selatan, Kamis (28/12). Lolai yang dikenal dengan sebutan 'negeri di atas awan' menjadi salah satu tujuan wisata di Toraja yang paling ramai di kunjungi saat liburan. ANTARA FOTO/Zabur Karuru/pd/17

Rantepao, Pelita.Online – Bupati Toraja Utara Kalatiku Paembonan mengatakan pembangunan Bandara Buntu Kuni Toraja akan mendorong sektor pariwisata di daerah itu. Dengan adanya bandara, bisa memudahkan akses ke lokasi objek wisata andalan Sulawesi Selatan (Sulsel) itu. “Kami berharap keberadaan bandara itu nanti dapat membantu meningkatkan kunjungan wisatawan ke daerah ini,” kata Kalatiku di Rantepao, sekitar 216 KM dari Makassar, Jumat (29/12).

Kalatiku mengatakan setidaknya untuk mencapai target 2.000 pengunjung pada 2018 akan lebih mudah aksesnya ke daerah itu dengan adanya bandara udara. Menurut dia, objek wisata Toraja berada pada posisi ketiga nasional dengan kategori top three yang dinobatkan oleh Kementerian Pariwisata, setelah posisi Bali dan Danau Toba.

Namun sayangnya, kata Kalatiku, meskipun Toraja berada pada posisi ketiga, tetapi ternyata belum masuk 10 besar destinasi wisata nasional pada 2017. “Salah satu kendala Toraja yang menyebabkan tidak masuk 10 besar destinasi wisata nasional itu karena masalah infrastruktur yang masih perlu dibenahi,” katanya.

Oleh karena itu, Kalatiku mengatakan, pihaknya terus berupaya mendorong percepatan pembangunan Bandara Buntu Kuning itu dan sarana infrastruktur pendukung lainnya agar sektor pariwisata di daerah ini semakin meningkat. Dia  mengatakan pembangunan sarana infrastruktur ini sangat beralasan untuk memudahkan akses yang cepat karena bagi wisatawan yang ingin melalui jalur udara untuk berkunjungan ke daerah ini.

Menurut dia, jika ada jalur transportasi udara maka jarak tempuh kunjungan ke daerah itu hanya sekitar 45 menit dari Makassar. Bila dibandingkan dengan jalur darat yang menggunakan kendaraan seperti bus dan mobil pribadi membutuhkan waktu perjalanan sekitar delapan jam.

 

republika.co.id

LEAVE A REPLY